Senin, 21 April 2008

Apa namanya?


AKU menyukai seorang gadis bernama Daun…
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN
yang kuat…
Angin akan meniup Daun terbang jauh…
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami…
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon…
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya…
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya…
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku…seperti daun yang suka
melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia…AKU merasa sangat kehilangan…
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun…
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi…
Esoknya…Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang
memperhatikan Pohon…
AKU melangkah dan tersenyum padanya…Kuambil secarik
kertas..kutulis dan
kuberikan padanya…
Dia sangat kaget…
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku…
Esoknya…dia datang…menghampiriku dan memberikan kembali kertas
itu…
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena
Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya…kuhampiri dengan kata2 itu…
Sangat pelan…dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku…
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU…tapi AKU akan berusaha agar
suatu hari dia menyukaiku…
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya…
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan…tapi AKU tidak
menyerah…
Keputusanku bulat….AKU ingin memilikinya…dan berharap dia akan
setuju
menjadi pacarku….
Aku bertanya,” apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah
membalas?
Mengapa kau selalu membisu?”
Dia berkata, “AKU menengadahkan kepalaku”…
“Ah?” Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…
“Aku menengadahkan kepalaku” dia berteriak…
Kuletakkan telepon……melompat….berlari seribu langkah…ke
rumahnya…
Dia membuka pintu bagiku…Ku peluk erat-erat tubuhnya…
“DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?”

JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG…TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN…TUNJUKKAN SAJA !!

SIMAK CERITAKU

Ada seorang laki-laki yang dikenal sangat religius. Ia berpakaian selalu sangat sopan walau kasual. Tutur katanya sangat sopan, tetapi tidak terlalu formal tentunya. Ia selalu memakai kalung salib dan pakaiannya ada berbagai macam tulisan "He loves you", "His mercies endures forever...", ato kaos seragam berbagai macam retret... dll. Kelakuannya juga sopan. Ia juga rajin ke gereja dan pelayanan dan ia sering menghabiskan waktunya di gereja. Rajin berdoa kyk Daniel, renungan pagi dan malam bersama keluarganya. Wuh pokoknya religius abis deh!

Ia mempunyai pacar pada umur 16. Suatu hari ia bertamu di rumah pacarnya karena pacarnya ingin memperkenalkan dirinya kepada ibunya. Ketika ia datang ke rumah pacarnya. Ia langsung bilang: "Ayo mari sebelum kita mulai perkenalan kita, mari kita memuji dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. " Wah ibu itu pun langsung kaget ketika anak itu bernyanyi, sungguh-sungguh, berdoa dengan mencucurkan air mata, dengan bahasa Roh, udah bener-bener kayak KKR Kecil kalo bisa dideskripsikan. Mereka pun lalu berbincang-bincang sangat lama. Setelah berakhir merekapun bernyanyi lagi. Si ibu itu karena lelah menyanyi dan mengantuk pun menyelinap pergi meninggalkan anaknya dan pacarnya. Si ibu lalu berpikir, "Oh alangkah senangnya aku anakku telah menemukan pasangan yang tepat baginya. Yah, sekarang aku tidur dulu deh... huaaaam...."
Mereka pun trus bernyanyi hingga dini hari. Waktu menunjukan pukul 1.00AM. Masih terdengar di rumah itu, "Dia jamah s'gnap hidupku... Dan b'ri damai di hatiku... Semua berubah dan aku tau. Yesus jamah ku jadi baru..." Waktu menunjukkan pukul 1.30AM. Terdengar lagu itu masih berlantun, tetapi liriknya, "Dia jamah, ooooh dia jamah....." Pukul 2.00AM, liriknya pun berganti lagi, "Aku jamah... ooooh dia jamah....." Pacarnya pun ikut bernyanyi, "Aku berserah.... Aku berserah...." Haduuuuuh.....
Share aja.... jangan warn yaaa.... ini untuk memperingati saja....

hati2 makanya. Orang gini aja bisa lho kena. Jangan sampe Kejadian ya... Trus Keluaran....^^ Trus dah telat Imamat... Trus Bilangan... Eeeeh Ulangan.... hati hati lho...

Senin, 18 Februari 2008

Salah kirim Email


Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.

Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat menikah 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.

Setelah check in di hotel di Bali, sang suami mendapati pesawat komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.

Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail tersebut.

Dilain tempat di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung mengecheck e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa.

Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang bunyinya :




To: Isteriku tercinta

Subject: Papah sudah sampai Mah !!!

Date: 18 Mei 2006

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.

Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah. Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu. Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you Mom,

Papah

PS: Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja .

REFLEKSI


Reflexion

Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung
Yesus Kristus yang
disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia
pada umumnya. Karena
segala permohonan pasti bisa dikabulkan-Nya, maka
orang berbondong-bondong
datang secara khusus kesana untuk berdoa, berlutut dan
menyembah,hampir
dapat dikatakan halaman gereja penuh sesak seperti
pasar.

Di dalam gereja itu ada seorang penjaga pintu, melihat
Yesus yang setiap
hari berada di atas kayu salib, harus menghadapi
begitu banyak permintaan
orang, ia pun merasa iba dan di dalam hati ia berharap
bisa ikut memikul
beban penderitaan Yesus Kristus. Pada suatu hari, sang
penjaga pintu pun
berdoa menyatakan harapannya itu kepada Yesus.


Di luar dugaan, ia mendengar sebuah suara yang
mengatakan, "Baiklah! Aku
akan turun menggantikan kamu sebagai penjaga pintu,
dan kamu yang naik di
atas salib itu, namun apapun yang kau dengar,
janganlah mengucapkan sepatah
kata pun." Si penjaga pintu merasa permintaan itu
sangat mudah.


Lalu, Yesus turun, dan penjaga itu naik ke atas,
menjulurkan sepasang
lengannya seperti Yesus yang dipaku diatas kayu salib.
Karena itu
orang-orang yang datang bersujud, tidak menaruh curiga
sedikit pun. Si
penjaga pintu itu berperan sesuai perjanjian
sebelumnya, yaitu diam saja
tidak boleh berbicara sambil mendengarkan isi hati
orang-orang yang datang.


Orang yang datang tiada habisnya, permintaan mereka
pun ada yang rasional
dan ada juga yang tidak rasional, banyak sekali
permintaan yang aneh-aneh.
Namun, demikian, si penjaga pintu itu tetap bertahan
untuk tidak bicara,
karena harus menepati janji sebelumnya.


Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya,
setelah saudagar itu
selesai berdoa, ternyata kantung uangnya tertinggal.
Ia melihatnya dan
ingin sekali memanggil saudagar itu kembali, namun
terpaksa menahan diri
untuk tidak ber bicara. Selanjutnya datanglah seorang
miskin yang sudah 3
hari tidak makan, ia berdoa kepada Yesus agar dapat
menolongnya melewati
kesulitan hidup ini. Ketika hendak pulang ia menemukan
kantung uang yang
ditinggalkan oleh saudagar tadi, dan begitu dibuka,
ternyata isinya uang
dalam jumlah besar. Orang miskin itu pun kegirangan
bukan main, "Yesus
benar-benar baik, semua permintaanku dikabulkan!"
dengan amat bersyukur ia
lalu pergi.


Diatas kayu salib, "Yesus" ingin sekali
memberitahunya, bahwa itu bukan
miliknya. Namun karena sudah ada perjanjian, maka ia
tetap menahan diri
untuk tidak berbicara. Berikutnya, datanglah seorang
pemuda yang akan
berlayar ke tempat yang jauh. Ia datang memohon agar
Yesus memberkati
keselamatannya. Saat hendak meninggalkan gereja,
saudagar kaya itu
menerjang masuk dan langsung mencengkram kerah baju si
pemuda, dan memaksa
si pemuda itu mengembalikan uangnya. Si pemuda itu
tidak mengerti keadaan
yang sebenarnya, lalu keduanya saling bertengkar.


Di saat demikian, tiba-tiba dari atas kayu salib
"Yesus" akhirnya angkat
bicara. Setelah semua masalahnya jelas, saudagar kaya
itu pun kemudian
pergi mencari orang miskin itu, dan si pemuda yang
akan berlayar pun
bereggas pergi, karena khawatir akan ketinggalan
kapal.

Yesus yang asli kemudian muncul, menunjuk ke arah kayu
salib itu sambil
berkata, "TURUNLAH KAMU! Kamu tidak layak berada
disana." Penjaga itu
berkata, "Aku telah mengatakan yang sebenarnya, dan
menjernihkan persoalan
serta memberikan keadilan, apakah salahku?"


"Kamu itu tahu apa?", kata Yesus. "Saudagar kaya itu
sama sekali tidak
kekurangan uang, uang di dalam kantung bermaksud untuk
dihambur-hamburkannya. Namun bagi orang miskin, uang
itu dapat memecahkan
masalah dalam kehidupannya sekeluarga. Yang paling
kasihan adalah pemuda
itu. Jika saudagar itu terus bertengkar dengan si
pemuda sampai ia
ketinggalan ka pal, maka si pemuda itu mungkin tidak
akan kehilangan
nyawanya. Tapi sekarang kapal yang ditumpanginya
sedang tenggelam di tengah
laut."


Ini kedengarannya seperti sebuah anekdot yang
menggelikan, namun dibalik
itu terkandung sebuah rahasia kehidupan...


Kita seringkali menganggap apa yang kita lakukan
adalah yang paling baik,
namun kenyataannya kadang justru bertentangan. Itu
terjadi karena kita
tidak mengetahui hubungan sebab-akibat dalam kehidupan
ini.


Kita harus percaya bahwa semua yang kita alami saat
ini, baik itu
keberuntungan maupun kemalangan, semuanya merupakan
hasil pengaturan yang
terbaik dari Tuhan buat kita, dengan begitu kita baru
bisa bersyukur dalam
keberuntungan dan kemalangan dan tetap bersuka cita.


Sebab kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan buat kita.
(Roma 8:28)